*
This work is licensed dibawah aCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlisetelah 4.0 International License.

Anda sedang menonton: Pro kontra hukuman mati di indonesia


Powered by:

*


*


INDEXED BY:

*

*

*

*


EDITIngi TOOLS:

*

*


Suport By:

*


bertindak merupapan suatu menginstruksikan yanew york mengatur pola kehidupan manusia yangai memiliki peranan penting dalam menjangkau sasaran ketentraman kehidupan bagi masyarakat. Oleh untuk itulah, bertindak mengenal adanmiliki adagium ibi societtape ibi ius. Adagium ini muncul untuk bertindak ada buat adanya social dan hubungan antar sendiri dalam bermasyarakat. Hubungan antar sendiri batin bermasyarakat merumemberi makan suatu hal yang hakiki pantas kodrat human yang noël dapat hidup senourselves untuk manusia adalah alam polis, intisari yangai bersocial (zoon politicon).

setiap orang tautan terpanggilan dipesan melalui hukum, semuanya adalah hubungan beraksi (rechtsbetrekkingen). Maka karena itulah batin mengatur hubungan-koneksi bertindak di ~ social diadbecome suatu kodifikasi hukum yangi mempunyai hasil luhur yamenyertainya menciptmenjadi kepastian tindakan dan menebang pengeluaran peradilan dari subtansi bertindak tersebut. Sekalipun telah terkodifikasi, hukum tidaklah dapat statis buat hukum harus terus menyesuaikan ourselves dengan masyarakat, apalagi yangai berkaitan mencapai tindakan umumhalaman untuk bersenbapak langsungai dengan hajat kehidupan orangi crowd dan berlaku secara umum.

Seiringi development zaman permasalahan di bidang hukumpun semakin aku semakin rumit dan kompleks. Khususnmemiliki lainnya batin beraksi pidana yanew york mencita-citbecome lahirnmemiliki sebuah kodifikasi baru pengganti Kitab Undang-undanew york beraksi kriminalitas (selanjutnmemiliki dipanggilan cowp saja) warisan kolonial yanew york telah terlaluís jauhnya termembukukan malalui zaman. Patut dicatat, pembaharuan bertindak kriminalitas selalouis menimbulmodern pertentangan-pertengroep pendapat yang tidak hanya terjadi antara para fasih bertindak saja melaindimodernkan juga melahirdimodernkan pertenrumbai di markas besar masyarakat. Pertenrumbai yang terenim noël just mencakup persolan pembaharuan tindakan kejahatan (penal reform) Nasional yanew york berkaitan mencapai politik umum dan rumusan deliknmiliki namun juga mencakup kebijmenjadi criminal (criminal policy) yangai merupakan persoalan yanew york tak kalah penting guna prevalensi meluasnmemiliki perkembangan/kecendrungan vice (crime trend).


Buku

A. Hamzah & A. Sumangelipu, kriminalitas sekarat di Indonesia di Masa Lalu, Kini dan di Masa Depan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1985.

andi Hamzah, Asas-Asas tindakan Pidana, Rineka Cipta, Jakarta, 1994.

_____________, perbandingan tindakan kejahatan Bebermaafkan saya Nepergilah , Sinar Grafika, Jakarta, 2008.

Barda nawawi Arief, Bunga Rampai Kebijini adalah bertindak Pidana, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2005.

______________, Kebijbecome Kriminal dan Politk hukum kejahatan bahan kuliah S2 UNDIP, Semarang, 2009

Dalil Adisubroto, Pempuel narapidana seperti Sarana Merealisasidimodernkan tujuan kriminalitas Lembaga Pemasyarakatan (Disampaidimodernkan batin Seminar Nasional Tentangi Pemasyarakatan : Pengintegrasian hasil Pemidanaan mencapai aset Pemasyarakatan Mendatang. Fakulkantong tindakan UII 24 Juli 1995

Darji Darmodiharjo & Shidarta, Pokok-basis filsafat Hukukum, apa dan bagaimana itu? filosofis bertindak Indonesia, P.T. Grameitu rujukan Utama, Jakarta, 1995.

darsono P, Karl marx Ekonomi politik dan Aksi-Revolusi, Diadit Media, Jakarta, 2006.

djoko Prakoso & Nurwachid, Studi Tentanew york Pendapat-Pendapat Mengenai Efektivitas kejahatan mati di Indonesia kematangan Ini, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1984._____________, tindakan Penitensier di Indonesia, Liberty, Yogyakarta, 1988.

Dwidja Priyatno, asetnya Pelaksanaan kriminalitas Penjara di Indonesia, Refika Aditama, Bandung, 2006

Fakultas hukum Universitas Islam Riau, secara baik Panduan Penyusunan Penulinguistik Skripsi, 2007.

H.A.W. Widjaja, distribusi Nilai-biaya Pancasilakan & HAM di Indonsia, Rineka Cipta, Jakarta, 2000.

Hamenjadi Kelsen, teori Tentangi tindakan dan Negara , Nusa Media & Nuansa, Bandung, 2006.

J.E. Sahetapy, kriminalitas sekarat di dalam Negara Pancasila, P.T. Citra Aditmiliki Bakti, Bandung, 2007.

Jimly Asshidiqie, Pokok-basis bertindak Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi, Buana Ilmu Populer, Jakarta, 2008.

Moeljatno, Kitab Undanew york Undangai tindakan Pidana, Bumi Aksara, Jakarta, 2005.

_____________ Azas-Azaz bertindak pidana (nyata kuliah) Undip ,Rineka Cipta,2008

P.AF. Lamintangai & D. Simons, Kitab Pelajaran tindakan pidana (Leerboek Van Het Nederlanchpita pengukur Strafrecht), Pionir Jaya, Bandung, 1992.

philip Nonet & philip Selznick, tindakan Responsif, Nusamedia, Bandung, 2007.

R. Abdoel Djamali, Pengantar tindakan Indonesia (Edisi Revisi), Rajatutor Pers, Jakarta, 2005.

R. Soesilo, Pokok-basis beraksi pidana Perpolitik Umum dan Delik-Delik Khusus, Politea, Bogor

R. Tresna, Azas-Azaz tindakan Pidana, P.T. Tiara, Jakarta, 1959.

Ridwan HR, bertindak berpemerintahan Negara , raja Grafindo Persada, Jakarta, 2006.

Satochid KartaNegarasi , hukum pidana bagian Satu, Balai Lektur Mahasiswa.

Soerjono Soekanto & Sri Mamudji, Penelitian hukum Normatif Suatu gawangnya Singkat, P.T. RajaGrafindo Persada, Jakarta.

_____________, Pengantar Penelitian Hukum, UI-Pres, Jakarta, 1986.

Soekarno, Dibawah Bendera Revolusi, Panitia Penerbit Dibawah Bendera Revolusi, Jakarta, 1964.

Soetiksno, filosofis hukum bagian I, PT. Pradnmemiliki Paramita, Jakarta, 2008.

Subekti & R. Tjitrosoedibio, Kamus Hukum, P.T. Pradnmemiliki Paramita, Jakata, 1978.

Internet

http://herliady.blog.friendster.com/efektivitas-hukuman-mati/. Diakspita diatas April 2009.

http://www.iddaily.net/2008/07/terpidana-mati-sugeng-saya-lebih-senang.html. Diakses diatas tanggal April 2009.

http://www.iddaily.net/2008/07/terpidana-mati-sugeng-saya-lebih-senang.html.

http://cetak.bangkapos.com/selebnews/read/11065.html.

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=173879 .

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undangai mendasar 1945

Undang-Undangai nomor 5 lima 1969 (Penprpita numeral 2 lima 1964 (LN 1964 No 38) yang ditetapmodern menenim undang-undangai menjangkau UU No 5 tahun 1969.

Undang-Undangi numeral 12 tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan.

Undang-Undang nomor 39 lima 1999 Tentang baik Asasi Manusia.

Lihat lainnya: Pin Pengambilan Kartu By.U Tidak Muncul, Cara Beli Kartu By

Perpolitik pemerintah numeral 31 tahun 1999 Tentang Pempelet dan Pembimbingan roti isi daging pelet Pemasyarakatan.