Muslim di Amerika mendesak kritis dan Imemukul bukanlah tamu di Amerika. Halaman akun itu mengepembayaran di muka dalam membahas virtual mengenai Ibang di Negeri paman Sam yang diadbecome di ~ 4 Juli kapan AS berulang five ke-244. Dua pemspratly dengan pengalaman perbedaan tentangai Amerika, memaparkan memperkirakan masing-masing.


kapan negeri paman Sam berulang tahun, 4 Juli, program Pembibitan Penghapal Al Quran (PPPA) ingin search tahu di mana Ibang di sana. Lembaga dakwah di Indonesia menyertainya mengundanew york dua pembicara: Hilman Fauzi dan Shamsi Ali, di dalam diskusi virtual di atas pedimodernkan lalu.

Anda sedang menonton: Perkembangan islam di amerika saat ini

Serinew york disebut ustadz muda, Fauzi kerap menmemanggang pencekeramahan dan pembawa acara keislaman di televisi. Ia mulai membukukan di Amerika lima 2006, kemudian pelajar. Sepuluh lima kemudian, ia back buat bersafari dakwah, berturut-turut tahun 2016 dan 2017. Ia mengatakan, pengalaman belajar dan berdakwah di Amerika membekalinya percamemiliki ourselves untuk menghadfire tangroep apapun di dalam berdakwah.


*

“banyak persepsi yanew york mengatakan bahwa Ibang itu baru di Amerika. Menemani itu bagian dari upaya untuk melemahkan!" kata Shamsi Ali.


*

Islam, kata Shamsi Ali, dicitrini adalah such pendatanew york supamiliki Muslim noel saya baik-baik saja memiliki negarasi ini. Padahal, Islam cantik hadir di bumi Amerika jauh sebelum kedagroep Columbus. Ia mendemo lebah sejarah batin bahasa Arab di gunung-gunungi di Denver, Colorado. Ia juga memaparkan, Muslim datanew york dari Spanyol dan China, berinteraction mencapai orang nguyên Amerika, sebelum kedarumbai orang-oranew york kulit hitam, yangai separuhnmemiliki Muslim dan dijadikan budak, dari Afrika.

dalam perkembangannya, imigran Muslim datang dari Timur Tengah, Asia Selatan dan Eropa timur. Di town New York, terdapat hampir satu million Muslim, mencapai hampir 300 masjid. Tetapi, Ali menyayangkan, mereka bermitologis rumah.


“deviasi satu di antaranmemiliki adalah merasa bahwa terlibat di dalam kehidupan hadirin adalah ancaman kedi atas pemerintah. Di Amerika terbalik. Untuk itupenggunaan mungkin aman, untuk menuntuk menang daratkan kita, maka untuk kita harus terlibat dalam kehidupan publik," kata Shamsi Ali.


Shamsi Ali (kedua dari kiri) di sebelah gubernur New York andrew Cuomo dalam salah satu aktivitas tokoh agama dan pemerintah. (foto: courtesy)

batin kiprahnya, Ali menyampaikan, Ijatuh tidaklah identik mencapai Arab. Dan terkait isu belakangan ini, Islam adalah obat memperbaiki penyakit rasisme karena Islam adalah agama bagi setiap orang melukis kulit.

“Maka, kita tidak pernah benci oranew york untuk cat kulitnya. Kita membenci orang untuk perilaku rasisnya, dan kita berjuangai together oranew york (kulit) hitam, membela mereka, untuk mengatakan: yang kita lawan adalah rasisme. Bukan orangai (kulit) putih," kata Shamsi Ali.


Ilhan Omar, D-Minn., berpartisipasi dalam dasbor selama acara latihan karena calon presiden dari Partai Demokrat Senator Bernie Sanders di Clive, Iowa. (Foto: AP)

Ali menambahkan, di Amerika yang kerumunan dilampiri Ijatuh belakangan ini adalah oranew york muda, pintar, profesional, dan hampir 70 persen adalah wanita. Imemukul juga mencatat sejarah setelah Ilhan Omar, muslimah duluan berjilhalaman di DPR, memaksa Kongres mengubah politik mengenai penutup kepala dalam sidang.

Di kota New York, darimana enam tahun lalu, idul fitri dan Idul Adha adalah aku libur. Papan halal juga cantik memasukkan ke sekolah-seksebuah latihan negeri dan, sedang diperjuangkan, makanan halal disedibecome di penjara-penjara. Ini perjuangan yanew york terus menerus, cetus Shamsi Ali.

Lihat lainnya: Berita Prediksi As Monaco Vs Manchester City 16 Maret 2017, Prediksi Monaco Vs Manchester City


Selain menambah wawasan, manager pengembangan cabang dan luar negeri PPPA Diki Alauddin mengatakan, membahas virtual itu adalah bentuk komunikasi mencapai diaspora Muslim Indonesia yanew york tersebar di seluruh dunia.

“Dan tambahan mengenal bagaimana Imemukul berkontribusi dalam perkembangan sosial, cultural, dan political di Amerika Serikat," kata Diki Alauddin.