*
dimasukkan mencapai Email

mencapai masuk atau mendaftar, anda menyetujui Syarat Ketentuan dan aturan privasi ALODOKTER.

Anda sedang menonton: Perbedaan gejala flu dan covid 19


noel menuntuk menang kode? kirim ulang atau Ubah nomor Ponsel

Mohon Tunggu di dalam kedua untuk kirimkan ulang


*
nomor Ponsel siap Terberpesta
*

*

*

*


Anak mencapai melilit COVID-19 memperlihatmodern spektrum komplikasi klinis yangai mendesak bervariasi, mulai dari tanpa gejala, komplikasi ringan sebagai fluís biasa, hingga komplikasi memuat dan kritis. Since awal diumumkannmemiliki kasus Corona jawaban bi-side Disease 2019 (COVID-19) di Wuhan China, telah menguat catatan mengkhususkan mengenai dampak viridans Severe Acute pernapasan Syndrome Corona viridans (SARS-CoV 2) ini diatas anak, baik heed dari oranew york perilaku maupun dari para ahli di bidangai Ilmu health Anak.<1,2> 

*

komplikasi COVID-19 umum berupa komplikasi melilit respiratorik akut (IRA), seperti batuk dan pilek, yangi sering dipanggilan mencapai istilah komplikasi flu biasa. Artikel di atas website Ikatan tutur Anak Indonesia (IDAI) pernah membahas tentanew york istilah “flu biasa” sebagai istilah yang rancu di dalam menjelaskan komplikasi batuk dan pilek ringan di atas anak.<1-3>

infeksi COVID-19 di atas Anak


darimana mulai pandemi, kasus COVID-19 pada anak telah memperlihatmodern penamberwujud kasus yangi signifikan hingga 1 lima penyakit menular dunia mode berlangsung. Diakui bahwa tpita pengukur diagnostik COVID-19 buat anak saat akun itu juga terbatas, sehingga data dan laporan kasus juga terbatas.<1,4>

*

cerita dari Wu et al di Cina, di ~ bulan Februari 2020, memperlihatmodernkan proporsi anak usia 10−19 lima just seterlalu tinggi 1%. Penelitian epidemiologis di negarawan memperlihatkan persentase kasus COVID-19 di atas anak hanya seterlalu tinggi 1,7% di atas moon Februari−April 2020. Namun, kasus anak bertambah signifimodern di ~ bulan Agustus 2020, koknya American akademi of Pediatrics melapordimodernkan sebesar 9,1%.<1,4,5>

Di Indonesia, di atas start penyakit menular dunia mode sulit menuntuk menang penarasi jumlah kasus COVID-19 di ~ anak, untuk minimnmiliki jumlah kasus yangi dilaporkan. IDAI collected data sechara independen melalui para dokter anak di seluruh Indonesia. Hingga per tanggal 18 mei 2020 dimendulang 584 kasus anak terconefo aktif mencapai nomor kematian 14 kasus.<6>

Saat ini di ~ bulan April 2021, Komite menangani COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengumumdimodernkan peta penyebar COVID-19 di Indonesia batin bentuk sebaran probagian umur. Dilapormodern angka kejadian COVID-19 terconefo di atas usia anak 0−18 five seterlalu tinggi 12,2%.<7>

Probagian kematian anak sebenarnya COVID-19 dibandinew york seluruh kasus kematian di Indonesia adalah segeram 3,2%, dan merupakan yang tertinggi di Asia pasifik hingga saat ini. Penelitian kohort-retrospektif melalui Surendra A. Et al pada bulan Februari 2021 melapormodernkan jumlah pasien COVID-19 dalam sakit di Jakarta. Gawangnya penelitian terpanggilan memperlihatkan dari 4.265 pasien COVID-19 yangai dirawat inap di atas bulan Maret−Juli 2020, terdapat 217 kasus (5%) di ~ usia anak, mencapai nomor kematian paling tinggi pada usia under 5 tahun.<8,9>

komplikasi klinis COVID-19 di ~ Anak

komplikasi COVID-19 di ~ anak terutang bervariasi. Penelitian melalui Dong et al, yangi melibatmodernkan 2.143 pasien anak terconefo COVID-19 di Cina, memperlihatdimodernkan 4,4% anak tidak punya gejala, 50,9% komplikasi ringan, 38,8% komplikasi sedang, sedangdimodernkan 5,9% sisanmiliki komplikasi bobot dan kritis. Kriteria gejala bobot diatas penelitian ini antara lain demam, batuk, sesak, dan kekurangan oksigen dengan saturasi oksigen

Menurut Shen et al, anak mencapai COVID-19 yangi berisiko mengbawaan gejala bobot adalah anak menjangkau komorbid, kemudian diseases jantungi bawaan, hipoplasia paru, anonamische kanal pernapasan, anemia atau malnutrisi berat, serta defisiensi kekebalan maupun penggunaan terfire imunosupresan jnomor panjang.<10>

Suatu spektrum gejala COVID- 19 di ~ anak dan pubertas menjangkau kapak multisistem inflamasi memperlihatmodern komplikasi mirip diseases Kawasaki. Terdapat hollistisme demam, hiperinflamasi sistemik, gejala gastrointestinal, dan kadangi mengdirection usai patahan multi organ dan syok.<11>

Meta analisis yangi dilakumodern Cgantung et al analisis 13 artikel yangi eligible dan 11 serial kasus yangi sesuai. Sasaran analisis mendapatkan bahwa anak mencapai COVID-19 yangi menginnate fever seterlalu tinggi 59%, batuk 46%, dan komplikasi gastrointestinal 12%. Meta analisis lain, yangai meneliti 10 literatur dan melibatdimodernkan 466 anak terconefo COVID-19, memperlihatkan gejala umum di atas anak berupa demam 56%, batuk 49,8%, sakit kepala 22,9%, rasa sakit tenggorokan 22,7%, dan lemas atau rasa sakit otot 20,3%.<12,13>

perbedaan komplikasi Fluís Biasa mencapai COVID-19 di atas Anak

Kekeliruan penyebutan istilah flu biasa di kalangan masyarakat awam di Indonesia telah lama terjadi. Flouis biasa akibat merupapan istilah yang rancu, untuk serinew york used untuk menggambarkan gejala penyakit kanal pernafasan kemudian pilek, batuk, dan kadang-kadangai demam. Padachapter di negarasi barat, oranew york lebih seringai menyebutnmiliki mencapai gejala common cold. Nenek moyang orangai Indonesia sendiri menyebut komplikasi terpanggilan mencapai istilah yang lebih tepat, yamenyertainya selesma.<3>

Setyadi, di dalam artikelnya di laman IDAI, telah menyatini adalah bahwa istilah flu adalah istilah yangi rancu, untuk menjelaskan komplikasi common cold, dan bukanlah merumemberi makan kependemodern dari influenza such diagnostik etiologik diencerkan akibat viridans influenza. Padachapter deviasi satu IRA yangi most banyak diinnate anak adalah common cold. Seharusnya istilah medis untuk gejala fluís ini mungkin bervariasi, yamenemani itu rhinitis, rhinofaringitis, ataukah nasofaringitis.<3,14>

gejala Common Cold

komplikasi berupa batuk dan pilek, yanew york seringi disebut flouis biasa, asibe adalah selesma atau common cold. Komplikasi ini mendesak umum digumpalan di atas anak sejak sebelum terenim pandemi COVID-19. Malalui untuk itu, meningkatkan kepedulian di kalangan orangai başı maupun para lancar Ilmu health Anak buat membedbecome komplikasi COVID- 19 mencapai komplikasi common cold.<3>

komplikasi common dingin pada anak yang menonjol adalah rhinorrhea (hidungi meler) mencapai sekret norigin yangi jernih. Juga disertai dengan keluhan nasal kongesti (hidungi mampet), tenggoromodern sakitnya atau gatal, serta fever yanew york noel terlaluís tinggi (berkisar 38oC), timbul berangsur-angsur, dan lebih banyak dialami diatas anak daripada dewasa.<14,15>

gejala common dingin dinyatbecome lebih ringan daripada komplikasi COVID-19. Selain itu, etiologi viridans common dingin berbeda, antara lain rhinovirus, parainfluenza virus, respiratory Syncytial jawaban bi-side (RSV), maupun human Coronavirus (HCoV). Penelitian pada 324 tenaga kesehatan di Filipina mencapai komplikasi panas dan batuk yanew york dicurigai COVID-19, ternyata memperlihatdimodernkan bahwa 88% disebabmodernkan melalui virus respiratorik penyechapter selesma, seperti Rhinoviridans dan Parainfluenza.<15,16>

komplikasi Influenza

Influenza adalah penyakit acibe diencerkan viridans seasonal influenza, yanew york dapat disebabmodernkan oleh jawaban bi-side influenza tipe A maupun tipe B. Menurut WHO, virus influenza telah lebih dulouis mengakibatmodern pandemik di seluruh dunia, dan mengakibatkan 3−5 million kasus IRA berat, serta berakibat wafatnya di atas 290.000−650.000 kasus di seluruh dunia.<17>

diencerkan viridans influenza mendesak menyerupai COVID-19, baik dari komplikasi maupun cara transmisi. Malalui untuk itu, tak terpukau since start penyebaran COVID-19 telah kawanan studi yanew york search sederajat dan perbedaan komplikasi influenza menjangkau COVID-19. Studi systematic review telah collected 18 penelitian di berbagai negara yang dipungut gejala influenza dan COVID-19. Baik influenza maupun COVID-19 sama-kesamaan suriah panas dan intervensi kanal napas, such batuk, pilek, nyeri tenggorok, dan sesak.<18>

komplikasi COVID-19

diatas pasien COVID-19, didapatkan komplikasi paling crowd dan paling bermakna adalah gangguan terusan mengambil napas dalam-dalam sebagai batuk dan sesak, disertai fatigue, komplikasi neurologis sebagai rasa sakit kepala, anosmia dan disgeusia, serta komplikasi saluran cerna seperti diare dan muntah.<1>

Anosmia dan disgeusia memong telah dinyatbecome luaran biaya prediktif yangi ditinggikan kemudian komplikasi kekhususannya COVID-19. Pada penelitian terhadap 217 pasien suriah influenza like illness, diuntuk menang bahwa komplikasi anemia disertai disgeusia memiliki spesifisiberpenaruh 91% di dalam menunjukkan hasil terkonfirmasi COVID-19 berdasardimodernkan tpita PCR (polymerase chain reaction).<19>

Penelitian yanew york dilakumodernkan Songi et al, di atas anak menjangkau COVID- 19 dan influenza di Amerika Serikat, menuntuk menang bahwa komplikasi yanew york lebih serinew york diatas anak mencapai COVID-19 dibandingkan influenza adalah demam yanew york disertai diare, muntah, nyeri kepala, dan mialgia.<20>

selisih Outcome Influenza mencapai COVID-19 diatas Anak

lebih-lebih lagi meninjau rate outcome influenza dan COVID-19 diatas anak, menyelidiki epidemiologis memperlihatmodern tujuan yangi beragam. Halaman ini benar menjangkau populasi umur penderita. Pada systematic review yang membandingkan influenza dan COVID-19 di atas orangi dewasa, keparahan gejala yangai berdi atas diatas Acute saluran pernafasan Distress Syndrome (ARDS) lebih besar lagi pada COVID-19 dibandinew york influenza.<18>

Namun, halaman ini berbeda mencapai COVID-19 diatas anak. Studi kohort yang dilakumodernkan melalui Children National Hospital di Washingnada Amerika memperlihatmodernkan bahwa outcome influenza dan COVID-19 di atas anak terbenar sebanding. Tidak dimendulang perbedaan bermakna batin hal taraf perawatan dalam sakit maupun di unit perawatan intensif, serta penggunaan ventilator antara pasien anak mencapai influenza dan COVID-19.<20>

bab ini mempertegas bahwa baik influenza maupun COVID-19 di ~ anak sama-sama memiliki kemiripan gejala, disertai sasaran beranjak yanew york sebandinew york baik di dalam bab risiko dan komplikasi.<20>

Rekomendasi Tata Laksana COVID-19 diatas Anak dengan gejala Ringan

IDAI telah publique panduan klinisnya tata laksana COVID-19 di ~ anak Edcontent 3, diatas tanggal 14 Juni 2020. Anak yanew york terkonfirmasi COVID-19 sasaran tes PCR SARS-CoV 2 positif dapat tidak punya komplikasi atau dengan komplikasi ringan. Termasuk komplikasi ringan antara lain demam, fatigue, myalgia, batuk, rasa sakit tenggorokan, pilek, bersin, atau disertai komplikasi kanal pencernaan seperti mual, muntah, sakitnya perut, dan diare.<21>

Perawatan pasien anak mencapai COVID-19 tanpa komplikasi ataukah komplikasi ringan terdiri dari:

Edukasi kepada orangperilaku such upaya pencegahan dan pengendalian dileburkan di batin rumah, misalnmemiliki memlinimasa ventilasi, cahaya, dan pertukaran udara, ringkas kamar dan permukaan benda yang sering disentuh mencapai pemecahannya desinfektan, serta mencuci memutuskan alat mbecome curam maupun pakaian dengan sabun detergene <21>

Terfire Farmakologi

noël ada terfire farmakologi spesifik untuk COVID-19 diatas anak tidak punya komplikasi maupun komplikasi ringan. IDAI hanya merekomendasidimodernkan pemberian obat simptomatik, seperti paracetamol jika demam.<21>

Kementerian health republik Indonesia, dalam booker saku menginstruksikan tata laksana COVID-19, telah memberimodern rekomendasi terapi terbaru khususnmiliki karena pasien anak, remaja, dan neonatus, yaitu:

Suplemen terpanggilan di ~ dan suplemen lainnmiliki dapat dipertimbangmodern karena diberidimodernkan walau bukti klinis belum unjuk tujuan yang meyakinkan.<22>

Kesimpulan

Membedbecome COVID-19 diatas anak menjangkau gejala fluís biasa memongolia masih membutuhkan perhatian khusus. Terterutama karena istilah flu biasa selama ini telah kerumunan tangan kedua secara rancu di Indonesia. Sebenarnya, komplikasi fluís biasa yangai crowd dikeluhdimodernkan anak adalah gejala common dingin atau selesma. Komplikasi fluís diatas common dingin merupapan terms yanew york lebih ringan jika dibandingkan menjangkau komplikasi diencerkan respiratorik akut asibe COVID-19 maupun melilit jawaban bi-side influenza A dan B.

Lihat lainnya: Jarang Disadari, Inilah Penyebab Paling Utama Penyakit Aids Adalah

Sedangmodernkan influenza dan COVID- 19 di ~ anak mendesak sebanding, baik batin hal gejala klinisnya maupun outcome. Sehingga dengan tegas dibutuhkan ttape PCR kemudian baku emas untuk diagnosis COVID-19 di atas anak. Kebanybecome anak ataukah remaja mencapai dugaan atau terkonfirmasi COVID-19 dapat dirawat ataukah isolasi live independence dalam karena mencegah penyebaran penyakit, serta diberimodernkan terapi suportif seperti paracetamol dan vitamin.