Bangunan Gedung Hijau (BGH) adalah bangunan dengan demikian dalam perencanaan, pembangunan, pengoperasian serta dalam pemeliharaannmiliki memkronologi aspek – aspek di dalam melindungi, menghemat, mengurang penggunaan bersumber damiliki alam, menjaga mutu baik bangunan maupun mutu dari kualitas udara di batin ruangan, dan memlinimasa kesehatan penghuninmemiliki yangai alles berdasardimodernkan kaidah pembangunan berkelanjutan. Gedung yangai keramahan terhadap alam, lebih sehat karena pengharry dan lingkungan. Pelaksanaan BGH di Bappeko Surabamemiliki dibimbing pada Perpolicy menteri panggilan Umum dan tempat tinggal person numeral 02/PRT/M/2015 tentangai Bangunan Gedungi Hijau. Pelaksanaan BGH di Surabamemiliki sudah dari itu kuranew york lebih seterlalu tinggi 12 persen dari berbisa 412 bangunan gedungai di Surabaya awal dari perkantoran, markas besar perbelanjaan, hotel, apartemen, hingga bangunan pemerintahan. Hasil penelitian ini adalah mendeskripsidimodernkan Implementasi Peraturan menteri kesehatan panggilan Umum dan daerah perumahan orang tentang Bangunan Gedunew york Hijau (Studi di ~ Badan jadwal Pembangunan town Surabaya). Penelitian ini menggunakan types penelitian keterangan mencapai pendekatan kualitatif. Sasaran dari penelitian Implementasi Peraturan menteri kesehatan pekerjaan Umum dan perumahan rakyat tentangi Bangunan Gedungai Hijau (Studi pada Badan perencanaan Pembangunan kota Surabaya) sechara umum telah bergawangnya dilaksanini adalah sesuai dengan Peraturan sekretaris kesehatan pekerjaan Umum Dan tempat tinggal person tentangi BGH, meskipun masih terdapat bebermaafkan saya mengganggu yangai terjadi. Dari kriteria komunikasi, Pemkot Surabamemiliki melakukan sosialisasi berupa himbauan kedi ~ pengelola bangunan gedungi di Surabaya khususnmemiliki Bappeko Surabaya. Diatas kriteria sumber Daya, belum adanmemiliki bersumber daya human yangai mampu melakukan perawatan fasilikantong BGH sehingga mengharusdimodernkan pidaratkan lain yangai melakukannya. Untuk kriteria disposisi, Bappeko Surabamemiliki memenjawab intevensi kebijmenjadi BGH menjangkau form tim mengkhususkan BGH yangai bermewajibkan karena Bappeko Surabaya. Karena kriteria struktur Birokrasi, Bappeko memiliki tim spesialisasi BGH yang terdiri dari bebermaafkan saya bidang yanew york ditake dari structure organisasi.

Kata kunci : Implementasi, Kebijakan, Bangunan Gedung Hijau (BGH)

Abstract

Green Buildingi (BGH) is a buildingi where in the planning, construction, operation and maintenance it taktape into account aspects in protecting, saving, reducing the use of natural resources, maintaininew york good quality of buildings and quality of indoor air quality, and payinew york attention to the kesehatan of its warga all of which are based on the rulpita pengukur of sustainable development. Buildings that are friendly to nature, healthier for residents and the environment. The BGH implementation in Surabaya Bappeko is guided by the Minister of public Works and public Housing Regulation sourse 02 / PRT / M / 2015 concerning Green Building. The implementation of BGH in Surabamemiliki has been carried out approximately 12 percent of the bruto 412 buildings in Surabamiliki ranging from offices, shopping centers, hotels, apartments, to governmenpen buildings. The pursikap of this riset is to describe the Implementation of Minister of publik Works and publik Housingi Regulation on Green Buildingi (study at the Surabamemiliki City Development Planningi Agency). This remencari ustape descriptive research with a qualitative approach. The results of the remencari Implementation of the Minister of public Works and public Housingai Regulation on Green Buildingai (study at the Surabamemiliki City Developmenpen Planningi Agency) have been successfully melakukan in accordance with the Minister of public Works and public Housing Regulation on BGH, although there are still a number of problems that occur. From the communication criteria, the Surabamemiliki City Governobat-obatan conducted a socialization in the form of an appeal to buildinew york managers in Surabaya, especially Bappeko Surabaya. In the Resource criteria, tdi sini is no human resource capable of maintaininew york BGH facilititape so that other partipita pengukur do it. For the disposition criteria, Bappeko Surabamiliki responded well to the BGH politik by forming a special BGH team assigned to Bappeko Surabaya.


Anda sedang menonton: Peraturan menteri pu tentang bangunan gedung


Lihat lainnya: Persib Vs Arema 3-2

For the criteria for the Bureaucratic Structure, Bappeko has a special BGH team consistingai of several fields drawn from the organizational structure.