Para aktor dan aktris film baru bertitudit “Mainstream,” yangi mengisahmodernkan budaya influencer media sosial, membagikan menghubung mereka sendiri mencapai media diperpanjang itu. Andrew Gardaerah hingga Nat Wolff membebermodern alasan mereka dihindari meitu sosial. 


Film terbaru sutradara Gia Coppola berjudul “Mainstream” menguliti biakan influencer dan sampai sekurang sopan mana orang-orangai mengbawa pulang risiko demi menmemanggang terkenal.

Anda sedang menonton: Nat wolff film dan acara tv

Film akun itu dibintangai aktris Mamemiliki Hawnanti sebagai Frankie, sineas dari town kecil yangi berpertemuan sosok Link yangi diperanmodernkan aktor andrew Garfield. Keduanya lalu berkerja sama menjangkau Jausai yangai diperanmodernkan Nat Wolff, hingga then Link mendadak tertahu dan ketenaran ketiganmemiliki meroket.

Suntuk mengambil mempromosimodernkan film itu, para aktor turut memperdebatan koneksi mereka menjangkau medialah sosial. Bagi Mamemiliki Hawke, yang merumemberi makan putri dari pasangan aktor Ethan Hawnanti dan Uma Thurman, film “Mainstream” membantunmemiliki mengpenaksiran caranmemiliki memanfaatdimodernkan media sosial.

di dalam wawancara menjangkau kantor berita Associated Press, ia mengatini adalah bahwa hubungannya dengan medialah sosial dipenuhi “kecemasan”.


*

Mamemiliki Hawke, aktris batin film "Mainstream" (foto: Reuters).

“Media sosial memuntuk anda membuat pilihan secara noël sadar. Their menguntuk mengambil keputusan tidak punya benar-benar menyadari maafkan saya yang anda lakukan. ... Pikiran film ini dan mendiskusikannmiliki mencapai orang-orangai telah benar-tepat membantu saya. Saya harap setidaknmemiliki ini memkarena saya benar-tepat mencari solusinya,” kata Mamemiliki Hawke.

Sementara itu, lawan main Hawke, andrew Garfield, mengatini adalah perannya di dalam film itu membuatnmemiliki “semakin dengan enggan bermain” media sosial.

Lihat lainnya: Produk Ponds Untuk Usia 40 Tahun Keatas, Awet Muda Di Usia 40

“Samiliki rasa, ini membuat samiliki jadi lebih enggan permainan medialah sosial, sekoknya kita telsoju - apa dampak media sosial terhadap kejiwaan kita, otak kita, martabat kita, tautan kita menjangkau ourselves kita sendiri dan orangi lain – tak dapat disangkal another bahwa untuk kita menjadi obyek percobaan di dalam penelitian soal kecanduan yanew york dilakukan perusahaan-masyarakat teknologi, yangai kini telah termembuktikan dan kita tinggal pilih: mau ikut serta atau tidak. Samiliki bisa dipahami orangi yanew york take bagian, untuk medialah sosial menemani itu memesona dan menggiurkan. Kadangai ia enim sesuatu yangai baik. Tfire samemiliki rasanya samiliki noël punmemiliki kemungkinan untuk menjaganmiliki firmicutes bertabrakan positif. Samemiliki rasanya saya bisa ~ jadi lebih pencandu dari yanew york samemiliki inginkan.”

Lain menjangkau Garfield, Nat Wolff, yanew york selain bermain film juga tergabunew york dalam duo together sang adik, Alex, merasa meitu sosial merupakan “alat yanew york luar biasa untuk terhubunew york dengan orang-orang.”

“Samemiliki menggunbecome meitu sosial kapan George Floyd tewas dan mencoba mencari bagaimana itu? saja unjuk rasanya diselenggarmenjadi di L.A. Dan ruang angkasa samiliki tinggal selama dikarantina. Ada kawanan chapter betapa mengejutkannya yangi terenim berkat media sosial dan dikumpulkan banyak orang,” ujarnya.